Materi Tes CPNS TWK Sejarah Perumusan dan Arti Bhinneka Tunggal Ika
Materi Tes CPNS TWK Sejarah Perumusan dan Arti Bhinneka Tunggal Ika akan mengupas tuntas perjalanan panjang semboyan bangsa kita. Dari latar belakang historisnya hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, kita akan menjelajahi makna mendalam di balik semboyan ini. Bagaimana proses perumusan Bhinneka Tunggal Ika membentuk Indonesia hingga sekarang? Mari kita telusuri bersama!
Materi ini sangat penting untuk dipahami oleh calon CPNS, karena pemahaman tentang Bhinneka Tunggal Ika merupakan kunci untuk memahami semangat kebangsaan Indonesia. Melalui pemahaman mendalam tentang sejarah, arti, dan penerapannya, calon CPNS dapat menunjukkan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.
Latar Belakang Materi Tes CPNS TWK Sejarah Perumusan dan Arti Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika, semboyan bangsa Indonesia, tak sekadar kalimat indah. Di baliknya tersimpan perjalanan panjang perumusan dan makna yang mendalam. Materi ini penting untuk dipahami calon CPNS karena mencerminkan pemahaman tentang jati diri bangsa dan nilai-nilai dasar yang dianut Indonesia. Memahami sejarah perumusan dan arti Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar pengetahuan, melainkan juga kunci untuk mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Konteks Historis Perumusan Bhinneka Tunggal Ika
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika muncul sebagai hasil dari proses panjang perenungan dan perumusan para pendiri bangsa. Konteks sejarahnya berakar pada keberagaman suku, budaya, dan agama yang ada di Nusantara. Perumusan ini menjadi jawaban atas tantangan untuk menyatukan beragam elemen menjadi satu kesatuan yang utuh. Proses ini bukan tanpa hambatan, dan membutuhkan komitmen dari semua pihak untuk membangun Indonesia yang merdeka dan bersatu.
Pentingnya Materi Bagi Calon CPNS
Materi ini krusial bagi calon CPNS karena mencerminkan pemahaman calon ASN tentang jati diri bangsa. Memahami sejarah dan arti Bhinneka Tunggal Ika menunjukkan kesadaran akan keberagaman dan pentingnya persatuan. Hal ini menjadi sangat relevan dalam konteks pelayanan publik yang mengharuskan ASN memahami dan menghargai perbedaan di masyarakat.
Aspek Penting yang Perlu Dibahas
- Sejarah Singkat Perumusan: Perjalanan panjang sejak masa pra-kemerdekaan hingga ditetapkan sebagai semboyan negara.
- Makna Filosofis: Pemahaman mendalam tentang arti “berbeda-beda tetapi tetap satu” dalam konteks Indonesia yang beragam.
- Implementasi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara: Cara mengaplikasikan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pelayanan publik.
- Hubungan dengan Pancasila dan UUD 1945: Menunjukkan kaitan semboyan dengan dasar negara dan konstitusi Indonesia.
- Tantangan dan Hambatan dalam Mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika: Mengenali berbagai hambatan dan tantangan yang mungkin muncul dalam mewujudkan persatuan di tengah keberagaman.
Contoh Penerapan dalam Pelayanan Publik
Pemahaman mendalam tentang Bhinneka Tunggal Ika akan memungkinkan ASN memberikan pelayanan publik yang adil dan merata kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang perbedaan suku, budaya, atau agama. Contoh konkretnya, dalam penyusunan kebijakan publik, pertimbangan akan keberagaman masyarakat harus menjadi prioritas.
Perumusan Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika, semboyan persatuan bangsa Indonesia, bukanlah muncul begitu saja. Ada proses panjang dan perdebatan yang mengiringi perumusan dan adopsinya. Memahami perjalanan ini penting untuk menghargai nilai-nilai kebhinekaan yang kita miliki.
Proses Perumusan dan Adopsi
Perumusan Bhinneka Tunggal Ika tak lepas dari upaya membangun kesatuan di tengah keberagaman budaya dan etnis di Indonesia. Prosesnya melibatkan berbagai tokoh dan perdebatan, yang pada akhirnya menghasilkan rumusan yang menjadi semboyan nasional.
- Semboyan ini bukanlah hasil dari satu orang, melainkan buah pemikiran dan kesepakatan bersama.
- Proses perumusan melibatkan banyak tokoh, baik dari kalangan intelektual, politikus, maupun tokoh masyarakat.
- Perumusan semboyan ini dipengaruhi oleh semangat persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan.
- Akhirnya, Bhinneka Tunggal Ika diadopsi sebagai semboyan negara, merepresentasikan komitmen Indonesia untuk bersatu dalam keberagaman.
Tokoh Kunci dalam Perumusan
Berikut beberapa tokoh kunci yang berperan dalam perumusan Bhinneka Tunggal Ika, beserta peran mereka:
Nama Tokoh | Peran |
---|---|
Soekarno | Sebagai Presiden pertama Indonesia, Soekarno berperan besar dalam menetapkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. |
Moh. Hatta | Wakil Presiden pertama Indonesia, turut aktif dalam perumusan dan pengambilan keputusan terkait semboyan negara. |
Ki Hajar Dewantara | Tokoh pendidikan yang menekankan pentingnya kesatuan dan persatuan di tengah perbedaan. |
Bung Karno | Sebagai pemimpin nasional, Bung Karno banyak berkontribusi dalam merumuskan dan mensosialisasikan Bhinneka Tunggal Ika kepada masyarakat luas. |
Perbedaan Pandangan dan Perdebatan
Proses perumusan Bhinneka Tunggal Ika tidak selalu berjalan mulus. Terdapat perbedaan pandangan dan perdebatan mengenai arti dan implementasi semboyan tersebut.
- Terdapat perdebatan tentang bagaimana mengimplementasikan semboyan ini dalam kehidupan sehari-hari.
- Beberapa pihak mungkin memiliki pandangan yang berbeda mengenai arti dari “Bhinneka” dan “Tunggal Ika” dalam konteks Indonesia.
- Perbedaan pandangan ini bisa jadi muncul karena latar belakang budaya, etnis, dan kepentingan masing-masing pihak.
- Namun, pada akhirnya, kesepakatan untuk menggunakan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara tercapai.
Arti dan Makna Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika, semboyan negara kita yang keren banget! Lebih dari sekadar kalimat, ia punya arti dan makna mendalam yang perlu kita pahami. Semboyan ini bukan cuma hiasan, tapi juga panduan hidup berbangsa dan bernegara. Yuk, kita bongkar lebih dalam!
Pemahaman Komprehensif Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Sanskerta, yang terdiri dari dua kata: bhinneka (berbeda-beda) dan tunggal ika (satu kesatuan). Ini bukan berarti kita harus menghilangkan perbedaan, tapi bagaimana kita merangkulnya dalam satu wadah kebersamaan. Bayangkan aja, Indonesia punya begitu banyak suku, budaya, dan agama, tetapi tetap satu. Inilah inti dari semboyan ini.
Penerapan Bhinneka Tunggal Ika dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerapan Bhinneka Tunggal Ika bukan cuma di acara-acara resmi. Kita bisa rasakan setiap hari. Contohnya, saat kita berteman dengan orang yang berbeda latar belakang. Menghargai perbedaan pendapat dan kebiasaan mereka, itu adalah wujud penerapan Bhinneka Tunggal Ika. Memperlakukan semua orang dengan sopan, tak memandang suku, agama, atau latar belakang, juga merupakan contoh nyata.
- Saling menghargai perbedaan: Menghargai budaya, adat istiadat, dan keyakinan orang lain, meskipun berbeda dengan kita.
- Kerja sama antar kelompok: Bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda, dengan saling menghormati dan menghargai.
- Toleransi dan saling memahami: Menunjukkan toleransi dan saling memahami perbedaan dalam hal pandangan, kepercayaan, dan perilaku.
- Menghindari diskriminasi: Tidak melakukan diskriminasi terhadap orang lain karena latar belakang mereka.
- Menjaga persatuan dan kesatuan: Bersatu padu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, meskipun memiliki perbedaan.
Contoh Penerapan Bhinneka Tunggal Ika
Banyak contoh penerapan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, di lingkungan sekolah, saat kita belajar tentang budaya dan adat istiadat dari berbagai daerah. Kita juga bisa melihatnya di lingkungan kerja, saat orang-orang dari berbagai latar belakang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini penting agar tidak terjadi perpecahan.
Sebagai contoh konkret, saat kita merayakan Hari Raya Idul Fitri, kita tetap bisa saling menghargai dan merayakannya bersama dengan teman-teman kita yang beragama lain. Dengan memahami perbedaan, kita akan bisa menjalin hubungan yang lebih baik dan harmonis.
Kesimpulan
Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tetapi juga prinsip hidup yang harus dipegang teguh oleh seluruh warga Indonesia. Dengan memahami dan mengamalkan prinsip ini, kita dapat membangun persatuan dan kesatuan yang kokoh dalam keberagaman.
Hubungan Bhinneka Tunggal Ika dengan Wawasan Nusantara
Bhinneka Tunggal Ika, semboyan yang melambangkan persatuan dalam keberagaman, memiliki keterkaitan erat dengan Wawasan Nusantara. Konsep ini bukan sekadar slogan, melainkan pondasi penting dalam membangun bangsa yang utuh dan kokoh. Mari kita telusuri bagaimana Bhinneka Tunggal Ika memperkuat Wawasan Nusantara.
Hubungan Bhinneka Tunggal Ika dan Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara, pandangan menyeluruh tentang Indonesia sebagai satu kesatuan politik, sosial, budaya, ekonomi, dan keamanan, sangat terpengaruh oleh semangat Bhinneka Tunggal Ika. Konsep ini memandang Indonesia sebagai satu kesatuan utuh yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan agama yang beragam. Keterkaitan ini bukan hanya sebatas slogan, melainkan juga wujud nyata dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bagan Hubungan Bhinneka Tunggal Ika dengan Wawasan Nusantara
Berikut ini adalah gambaran sederhana tentang bagaimana Bhinneka Tunggal Ika berhubungan dengan Wawasan Nusantara:
Bhinneka Tunggal Ika | Wawasan Nusantara |
---|---|
Mengakui dan menghargai keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia. | Melihat Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh, tak terpisahkan, dan memiliki keterkaitan antar pulau dan wilayah. |
Membangun persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman. | Membangun kesejahteraan dan keamanan yang merata di seluruh wilayah Indonesia. |
Memperkuat rasa kebersamaan dan saling menghormati antar perbedaan. | Menghormati dan menghargai keanekaragaman budaya dan alam di Indonesia. |
Bagaimana Bhinneka Tunggal Ika Mendukung Wawasan Nusantara?
Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan penting dalam penerapan Wawasan Nusantara. Semangat persatuan dalam keberagaman mendorong masyarakat untuk saling menghargai dan memahami perbedaan. Hal ini penting dalam membangun kebersamaan dan kerjasama dalam segala aspek kehidupan. Dengan adanya kesadaran akan kesatuan, maka pembangunan nasional dapat terwujud secara merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Wawasan Nusantara sebagai Wujud Nyata Bhinneka Tunggal Ika
Wawasan Nusantara, dalam praktiknya, merupakan wujud nyata dari semangat Bhinneka Tunggal Ika. Dalam setiap kebijakan pemerintah, pembangunan infrastruktur, dan interaksi sosial, prinsip persatuan dalam keberagaman harus diutamakan. Sebagai contoh, pembangunan infrastruktur di daerah terpencil harus mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya lokal. Hal ini menunjukkan bahwa Wawasan Nusantara bukan sekadar konsep, melainkan pedoman konkret dalam membangun Indonesia yang kuat dan sejahtera.
Tantangan dan Peluang Penerapan Bhinneka Tunggal Ika
Penerapan Bhinneka Tunggal Ika di era modern tak selalu mulus. Tantangan-tantangan yang muncul mengharuskan kita untuk terus beradaptasi dan menemukan cara-cara baru dalam mengaplikasikan nilai-nilai persatuan itu. Di sisi lain, ada peluang besar untuk memperkuat rasa kebersamaan dan harmoni di tengah keragaman.
Tantangan Penerapan Bhinneka Tunggal Ika di Era Modern
Berbagai tantangan muncul dalam mengimplementasikan Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan pandangan, kepentingan, dan bahkan konflik antargolongan masih kerap terjadi. Faktor-faktor seperti intoleransi, radikalisme, dan kurangnya pemahaman terhadap keragaman budaya dapat menghambat penerapan nilai-nilai persatuan. Selain itu, pengaruh globalisasi yang begitu kuat juga bisa memicu pergeseran nilai-nilai lokal, yang berpotensi mengancam keutuhan kebudayaan Indonesia. Tak hanya itu, kesenjangan sosial ekonomi juga dapat memicu ketidakharmonisan antar kelompok.
Peluang untuk Meningkatkan Penerapan Bhinneka Tunggal Ika
Meski tantangannya cukup besar, peluang untuk meningkatkan penerapan Bhinneka Tunggal Ika masih terbuka lebar. Pendidikan karakter yang menekankan pentingnya toleransi, empati, dan menghargai perbedaan dapat menjadi kunci utama. Penguatan nilai-nilai kebangsaan, seperti gotong royong dan saling menghormati, juga perlu didorong. Selain itu, media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan persatuan dan kerukunan. Penting juga untuk mempromosikan dialog antar budaya dan kelompok, sehingga saling pengertian dan rasa hormat dapat tumbuh.
Langkah-Langkah Praktis Menghadapi Tantangan dan Memanfaatkan Peluang
- Penguatan Pendidikan Karakter: Mengintegrasikan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kurikulum pendidikan sejak dini, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, untuk menanamkan pentingnya toleransi dan menghargai perbedaan sejak usia muda.
- Peningkatan Literasi Budaya: Memperkenalkan dan mempromosikan keragaman budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan, seperti pameran, festival, dan pelatihan, untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap kekayaan budaya bangsa.
- Penguatan Peran Media: Membangun kesadaran masyarakat melalui media massa dan media sosial mengenai pentingnya Bhinneka Tunggal Ika. Media dapat berperan aktif dalam menyebarkan informasi positif tentang keragaman dan menciptakan ruang dialog yang konstruktif.
- Penguatan Dialog Antarbudaya: Memfasilitasi pertemuan dan pertukaran ide antar berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda. Hal ini dapat mendorong saling pengertian dan saling menghormati antarbudaya.
- Pembangunan Ekonomi yang Merata: Mengurangi kesenjangan sosial ekonomi melalui program-program pembangunan yang merata, sehingga mengurangi potensi konflik dan memperkuat rasa kebersamaan.
Contoh Penerapan Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar jargon, tapi prinsip hidup yang harus diwujudkan dalam setiap aspek kehidupan. Dari hal-hal kecil hingga masalah besar, kita bisa menerapkannya untuk membangun Indonesia yang lebih baik dan harmonis.
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerapan Bhinneka Tunggal Ika dalam keseharian kita bisa terlihat dalam berbagai bentuk. Misalnya, ketika kita menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya teman-teman kita. Kita juga bisa menunjukannya dengan menghormati kebiasaan dan tradisi orang lain, tanpa merasa harus selalu sama.
- Menghargai perbedaan pendapat dalam diskusi.
- Bersikap toleran terhadap perbedaan keyakinan dan kepercayaan.
- Menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
- Berpartisipasi dalam kegiatan budaya dan kesenian dari berbagai daerah.
Penerapan di Lingkungan Sekolah
Sekolah adalah tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika sejak dini. Guru dan siswa dapat saling belajar menghargai perbedaan, dan bekerja sama dalam kegiatan-kegiatan yang menumbuhkan rasa persatuan.
- Membentuk tim proyek yang terdiri dari siswa dengan latar belakang berbeda.
- Menerapkan kegiatan belajar mengajar yang inklusif, sehingga semua siswa merasa dihargai dan dilibatkan.
- Menyelenggarakan pameran budaya yang memperkenalkan berbagai seni dan tradisi dari berbagai daerah.
- Mendorong siswa untuk saling menghargai perbedaan pendapat.
Penerapan di Lingkungan Kerja
Di dunia kerja, penerapan Bhinneka Tunggal Ika bisa terlihat dalam cara kita bekerja sama dengan rekan-rekan dari berbagai latar belakang. Dengan memahami dan menghormati perbedaan, kita dapat mencapai tujuan bersama dengan lebih efektif.
Sektor | Contoh Penerapan | Penjelasan |
---|---|---|
Tim Kerja | Membentuk tim yang terdiri dari berbagai latar belakang, misalnya dari daerah yang berbeda, dengan keahlian yang berbeda. | Memanfaatkan keahlian dan perspektif yang beragam untuk menghasilkan solusi yang lebih baik. |
Komunikasi | Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam komunikasi antar karyawan. | Memastikan semua karyawan dapat memahami dan dilibatkan dalam komunikasi. |
Pertemuan | Menyelenggarakan pertemuan yang menghormati berbagai budaya dan tradisi. | Menghindari penggunaan bahasa dan kebiasaan yang dianggap menghina atau tidak sopan. |
Pelatihan | Menyelenggarakan pelatihan yang inklusif dan mengakomodasi berbagai kebutuhan belajar. | Memastikan semua karyawan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan. |
Penerapan dalam Menyelesaikan Masalah Sosial
Konflik sosial seringkali muncul karena kurangnya pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan. Dengan menerapkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa menemukan solusi yang saling menguntungkan dan memperkuat persatuan.
- Menggunakan pendekatan dialog dan negosiasi untuk menyelesaikan konflik antar kelompok.
- Menciptakan forum diskusi yang terbuka dan inklusif untuk mendengarkan berbagai sudut pandang.
- Mencari titik temu dan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat.
- Menghargai dan menghormati tradisi dan budaya lokal dalam proses penyelesaian masalah.
Referensi dan Sumber
Nah, buat kamu yang mau mendalami materi Sejarah Perumusan dan Arti Bhinneka Tunggal Ika lebih dalam, berikut ini daftar referensi yang bisa kamu jadikan pegangan. Sumber-sumber ini dipilih karena kredibilitasnya dan akan membantumu memahami materi dengan lebih komprehensif. Jangan lupa, selalu cek keaslian dan konteks dari setiap sumber yang kamu temukan ya!
Daftar Referensi
Untuk memahami lebih dalam tentang Bhinneka Tunggal Ika, penting untuk merujuk pada berbagai sumber terpercaya. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam. Berikut beberapa referensi yang bisa dipertimbangkan:
- Buku-buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh sejarawan terkemuka.
- Dokumen-dokumen resmi pemerintah terkait dengan perumusan dan implementasi Bhinneka Tunggal Ika.
- Artikel ilmiah di jurnal-jurnal akademik yang membahas tema-tema terkait.
- Website resmi lembaga-lembaga pemerintah dan organisasi yang membahas kebhinekaan.
- Karya-karya tulis para ahli di bidang filsafat, politik, dan kebudayaan Indonesia.
Sumber Kredibel
Untuk memastikan informasi yang kamu dapatkan akurat, pilihlah sumber yang kredibel. Ini penting untuk menghindari kesalahan pemahaman dan memastikan pemahamanmu tentang Bhinneka Tunggal Ika komprehensif. Berikut beberapa jenis sumber yang dapat dipertimbangkan:
- Buku Teks Sejarah: Buku-buku teks sejarah Indonesia yang ditulis oleh sejarawan terkemuka umumnya menyajikan informasi yang akurat dan sistematis.
- Dokumen Resmi Pemerintah: Undang-undang, keputusan, dan dokumen resmi pemerintah lainnya menjadi sumber primer yang terpercaya.
- Jurnal Ilmiah: Jurnal-jurnal akademik memuat penelitian dan analisis mendalam yang ditulis oleh para ahli.
- Website Lembaga Pemerintah: Website resmi lembaga pemerintah biasanya menyediakan informasi terkini dan akurat.
Sistematika Daftar Pustaka
Berikut contoh cara menyusun daftar pustaka yang sistematis dan mudah dipahami:
Penulis | Judul Buku | Penerbit | Tahun |
---|---|---|---|
Sejarawan Terkemuka | Sejarah Indonesia | Penerbit Terkemuka | 2023 |
Nama Ahli | Judul Artikel Ilmiah | Nama Jurnal | Tahun Terbit |
Cara penulisan daftar pustaka dapat bervariasi tergantung pada gaya penulisan yang digunakan. Pastikan konsisten dalam format dan tata cara penulisan daftar pustaka.
Pemungkas
Dalam perjalanan memahami Bhinneka Tunggal Ika, kita telah melihat betapa pentingnya semboyan ini bagi perjalanan bangsa Indonesia. Dari perumusan awalnya hingga tantangan dan peluang di era modern, kita menyadari bahwa persatuan dan kesatuan tetap menjadi fondasi utama. Semoga pemahaman ini dapat memotivasi kita semua untuk terus mengaplikasikan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jadikan Indonesia yang lebih baik dan lebih kuat, dengan semangat persatuan yang terpatri dalam hati setiap warganya.
Bagian Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa perbedaan mendasar antara Bhinneka Tunggal Ika dengan Wawasan Nusantara?
Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan, sedangkan Wawasan Nusantara adalah cara pandang Indonesia sebagai negara kepulauan. Bhinneka Tunggal Ika menekankan persatuan dalam keberagaman, sedangkan Wawasan Nusantara menekankan kesatuan wilayah dan bangsa di tengah keberagaman pulau dan budaya.
Bagaimana Bhinneka Tunggal Ika diterapkan dalam sektor ekonomi?
Penerapan Bhinneka Tunggal Ika dalam sektor ekonomi dapat terlihat dalam upaya menciptakan lapangan kerja dan pengembangan usaha yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku atau budaya. Contohnya, pengembangan usaha kecil menengah (UKM) yang berasal dari berbagai daerah.
Apa saja contoh nyata penerapan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari?
Contoh nyata penerapan Bhinneka Tunggal Ika bisa dilihat dalam perayaan hari raya keagamaan, pertukaran budaya, dan interaksi antar warga yang berbeda latar belakang.